Rabu, 19 Februari 2014

Jebol Gawang Persija, Bepe Tanpa Perayaan


Jakarta - Penyerang kawakan Bambang Pamungkas mencetak gol pertamanya untuk Pelita Bandung Raya justru saat menghadapi klub yang identik dengan dirinya: Persija Jakarta.

Tak hanya satu, Bepe bahkan mencetak dua gol untuk PBR saat menjamu "Macan Kemayoran" di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Senin (17/2/2014) sore.

Dari dua kesempatan merobek jala Persija, pemain 33 tahun itu tidak membuat perayaan alias tanpa ekspresi.

"Yang pasti saya bersyukur karena bisa membuat dua gol," ujarnya singkat kepada wartawan.

Soal alasan tidak merayakan gol-gol itu di lapangan, ia berucap singkat, "Saya hanya minta maaf kepada Persija."

Bagi PBR, kedua gol Bepe tersebut tidak membuahkan kemenangan untuk mereka karena Persija berhasil membuat dua gol balasan, masing-masing di menit 71 dan 81, sehingga skor berakhir imbang 2-2.


Jalani Tur Nusantara, Evan Dimas dkk. Hanya Pakai Satu Jersey




Jakarta - Jadwal padat tur nusantara tim nasional Indonesia U-19 tampaknya tidak sebanding dengan perlengkapan pakaian atau jersey. Sejak tur dimulai, mereka ternyata hanya punya satu kostum.

Hal tersebut terungkap saat pertandingan timnas U-19 melawan Persijap Jepara pada Senin (17/2) lalu. Ketika itu gelandang Muhammad Hargianto terlihat menggunakan nomor jersey yang berbeda dari biasanya.

Di Piala AFF dan Pra Piala Asia U-19 Hargianto terbiasa mengenakan nomor punggung 8. Namun di pertandingan tersebut dia menggunakan kaus nomor 30.

Selidik punya selidik, Hargianto memakai nomor tersebut lantaran celana nomor 8 miliknya robek. Dan karena hanya punya stok satu, pemain 18 tahun itu pun memilih #30 supaya nomor di kaus dan celana sesuai.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin pun mengakui bahwa timnas U-19 selama tur nusantara memang hanya dibekali satu jersey. Ia lalu mengatakan pihaknya sedang mendesak pihak sponsor kostum untuk segera melengkapinya.

''Ya memang problem jersey itu ada di sponsor sendiri. Tapi kami sedang mendesak mereka untuk melengkapi itu. Mereka memang kewalahan. Tapi kami sudah mencoba agar secepatnya jersey itu ditambah dan dilengkapi,'' ujar Djohar ketika ditemui di Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Dengan hanya memiliki stok satu jersey, pihak perlengkapan timnas U-19 harus bekerja cepat. Pasalnya, setelah pertandingan pakaian tersebut harus segera dicuci, mengingat jarak antara satu laga dengan laga lainnya berdekatan.

Setelah melawan Persijap di Jepara pada Senin (17/2) lalu, agenda berikutnya skaut "Garuda Muda" di bulan ini adalah melawan Persebaya U-21 (21/2), tim Pra PON Jawa Timur (24/2), Arema U-21 (26/2), dan Persikoba (28/2).

Selasa, 21 Januari 2014

lirik


"Patience"

1,2,1,2,3,4
[whistle]
Shed a tear 'cause I'm missin' you
I'm still alright to smile
Girl, I think about you every day now
Was a time when I wasn't sure
But you set my mind at ease
There is no doubt
You're in my heart now

Said, woman, take it slow
It'll work itself out fine
All we need is just a little patience
Said, sugar, make it slow
And we come together fine
All we need is just a little patience
(patience)
Mm, yeah

I sit here on the stairs
'Cause I'd rather be alone
If I can't have you right now
I'll wait, dear
Sometimes I get so tense
But I can't speed up the time
But you know, love
There's one more thing to consider

Said, woman, take it slow
And things will be just fine
You and I'll just use a little patience
Said, sugar, take the time
'Cause the lights are shining bright
You and I've got what it takes
To make it, We won't fake it,
I'll never break it
'cause I can't take it

[whistle]
...little patience, mm yeah, mm yeah
need a little patience, yeah
just a little patience, yeah
some more patience, yeah
need some patience, yeah
could use some patience, yeah
gotta have some patience, yeah
all it takes is patience,
just a little patience
is all you need *

I BEEN WALKIN' THE STREETS AT NIGHT
JUST TRYIN' TO GET IT RIGHT
HARD TO SEE WITH SO MANY AROUND
YOU KNOW I DON'T LIKE
BEING STUCK IN THE CROWD
AND THE STREETS DON'T CHANGE
BUT BABY THE NAME
I AIN'T GOT TIME FOR THE GAME
'CAUSE I NEED YOU
YEAH, YEAH, BUT I NEED YOU
OO, I NEED YOU
WHOA, I NEED YOU
OO, ALL THIS TIME **
(ah)

[()-whispered]
[*Background Vocals]
[**Main Vocals]


Kriptografi dengan Java ( metode caesar cipher )

Salah satu kriptografi yang paling tua dan paling sederhana adalah kriptogtafi Caesar menurut sejarah, ini adalah cara Julius Caesar mengirimkan surat cinta kepada kekasihnya Cleopatra. Dalam kriptografi Caesar, maka setiap huruf akan dituliskan dalam huruf lain hasil pergeseran 3 buah huruf. Kriptografi Caesar ini adalah kriptografi substitusi karena setiap huruf akan digantikan huruf lain. Sebagai contoh, huruf A akan digeser 3 huruf menjadi huruf D, B akan digeser 3 huruf menjadi E, J akan digeser menjadi M, O akan menjadi R dan seterusnya. Pergeseran ini juga berputar kembali ke awal abjad sehingga sesudah huruf Z diikuti kembali oleh huruf A. Kriptografi Caesar ini dikenal sebagai monoalphabetic substitution cipher karena satu huruf tertentu pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain.

Substitusi kode yang pertama dalam dunia penyandian dikenal dengan Kode Kaisar, karena penyandian ini terjadi pada saat pemerintahan Yulius Caesar. Dengan mengganti posisi huruf awal dengan alphabet atau disebut dengan algoritma ROT3.


Teknik penyandian ini termasuk sandi tersubtitusi pada setiap huruf pada plaintext digantikan oleh huruf lain yang dimiliki selisih posisi tertentu dalam alphabet.
Jika Caesar akan menuliskan kalimat ‘I LOVE YOU’ maka akan dituliskan dalam kalimat ‘L ORYH BRX‘.

Plaintext : IBU AKAN DATANG BESOK PAGI
Ciphertext: KDW CMCP FCVCPI DGUQM RCIK

Jika kita memberi nomor ke pada huruf-huruf abjad dan kita mulai dengan huruf A=0, B=1, C=2 dstnya sampai dengan Z=25, maka kriptografi Caesar memenuhi rumus sebagai berikut : C = (P + 3) mod 26, di mana C adalah nomor abjad ciphertext, P adalah nomor abjad plaintext . Dan dekripsinya adalah P = (C – 3) mod 26.

Kripotogtafi Caesar ini kemudian berkembang di mana pergeseran tidak hanya 3 huruf tetapi ditentukan oleh suatu kunci yang adalah suatu huruf. Huruf ini yang menentukan pergeseran dari huruf pada plaintext. Jika kunci adalah A maka pergeseran adalah 0, B pergeseran adalah 1, C 2 dan seterusnya. Rumus di atas tetap berlaku tetapi pergeseran huruf ditentukan oleh nilai pergeseran dan bisa berubah-ubah sesuai kunci yang digunakan.

Rumus kriptografi Caesar, secara umum bisa dituliskan sebagai berikut:

( ) 26 mod k P P E C + = =
( ) 26 mod k C C D P − = =
di mana Padalah plaintext, C adalah ciphertext, adalah pergeseran huruf sesuai dengan kunci yang dikehendaki.

Kriptanalisis Terhadap Caesar Chiper

Caesar chiper mudah dipecahkan dengan metode exhaustive key search karena jumlah kuncinya sangat sedikit (hanya ada 26 kunci).

Misalkan kriptanalis menemukan potongan chiperteks (disebut juga cryptogram) XMZVH. Diandaikan kriptanalis mengetahui bahwa plainteks disusun dalam Bahasa Inggris dan algoritma kriptografi yang digunakan adalah caesar chiper. Untuk memperoleh plainteks, lakukan dekripsi mulai dari kunci yang terbesar, 25, sampai kunci yang terkecil, 1. Periksa apakah dekripsi menghasilkan pesan yang mempunyai makna ( lihat tabel ).



 Contoh exhaustive key search terhadap chiperteks XMZVH

Kunci (k)
chipering
‘Pesan’ hasil dekripsi
Kunci (k)
chipering
‘Pesan’ hasil dekripsi
Kunci (k)
chipering
‘Pesan’ hasil dekripsi
0
25
24
23
22
21
20
19
18
XMZVH
YNAWI
ZOBXJ
APCYK
BQDZL
CREAM
DSFBN
ETGCO
FUHDP
17
16
15
14
13
12
11
10
9
GVIEQ
HWJFR
IXKGS
JYLHT
KZMIU
LANJV
MBOKW
NCPLX
ODQMY
8
7
6
5
4
3
2
1
PERNZ
QFSOA
RGTPB
SHUQC
TIVRD
UJWSE
VKXTF
WLYUG


Dari Tabel, kata dalam Bahasa Inggris yang potensial menjadi plainteks adalah CREAM dengan menggunakan k = 21. Kunci ini digunakan untuk mendekripsikan chiperteks lainnya.



·         Kadang-kadang satu kunci yang potensial menghasilkan pesan yang bermakna tidak selalu satu buah. Untuk itu, kita membutuhkan informasi lainnya, misalnya konteks pesan tersebut atau mencoba mendekripsi potongan chiperteks lain untuk memperoleh kunci yang benar.

Misalkan potongan chiperteks  HSPPW menghasilkan dua kemungkinan kunci yang potensial, yaitu k = 4 menghasilkan pesan DOLLS dan k = 11 menghasilkan WHEEL. Lakukan deksripsi terhadap potongan chiperteks lain tetapi hanya menggunakan k = 4 dan k = 11 (tidak perlu exhaustive key search) agar dapat disimpulkan kunci yang benar.



·         Cara lain yang digunakan untuk memecahkan chiperteks adalah dengan statistik, yaitu dengan menggunakan tabel kemunculan karakter, yang membantu mengidentifikasi karakter plainteks yang berkoresponden dengan karakter di dalam chiperteks (akan dijelaskan kemudian).

Berikut ini implementasi kriptografi Caesar dalam Bluej, setelah program ini dijalankan maka akan terlihat menu sebagai berikut :


Cara penggunaan aplikasi ini sangat mudah, tinggal kita menuliskan plaintext pada textfield message misalnya “KEAMANAN KOMPUTER”, lalu kita pilih key yang kita inginkan untuk pergeserannya misal 3, dan kita pilih algoritma enkripsi lalu tekan button try untuk menampilkan hasilnya . “NHDPDQDQ NRPSXWHU”


Kelemahan menggunakan algoritma Caesar cipher adalah :
1.      Tingkat keamanannya rendah , dikarenakan jumlah kuncinya hanya 26 kunci saja.
2.      Teknik pemecahan kata kunci tersebut dapa dilakukan dengan cara melakukan pengecekan terhadap semua kunci yang ada yang berjumlah 26 tersebut.

    Kesimpulan
Kriptografi untuk keamanan komputer sangat beragam cara dan metodenya, setiap metode beragam tingkat keamanannya .

kepoin NTMC

Pada postingan kali ini, saya akan mencoba mencari tahu apasih itu NTMC yang biasa sering kita dengar di
tivi-tivi, kok banyak polwan yang cantik2 . langsung aj dah kita baca postingan di bawah ini ..

NTMC merupakan pusat kendali informasi dan komunikasi yang mengintegrasikan sistem informasi di ke lima pemangku kepentingan bidang lalu lintas (Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, Perhubungan, Perindustrian, dan Riset Teknologi).

Sebagaimana ditegaskan pada pasal 247 ayat 3 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Korps Lalu Lintas Polri adalah Pembina, Pengelola dan Penanggung jawab dari Pusat Kendali Sistem Informasi dan Komunikasi, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan secara Nasional.

Bangunan jaringan Pusat Kendali Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu lintas dan angkutan jalan mengikuti bentuk bangunan jaringan struktur organisasi Polri, yaitu 1 (satu) unit NTMC pada Korlantas Polri, 31 (tiga puluh satu) unit RTMC pada tingkat Polda dan 445 (empat ratus empat puluh lima) TMC pada tingkat Polres.

Pada dasarnya pusat kegiatan K3-I bertumpu pada TMC yang ada di masing-masing Polres. Untuk kegiatan yang sifatnya menonjol, lingkup provinsi atau lintas Polres, secara selektif akan menjadi domain kerja RTMC. Sedangkan domain kerja NTMC adalah K3-I yang menonjol dan bersifat nasional, serta lingkup pengendalian operasional lebih dari 2 (dua) Polda.

Kegiatan NTMC sebagai Pusat Kendali Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan angkutan jalan, menurut pasal 249 (e) UU No. 22 Tahun 2009, sekurang-kurangnya meliputi:
  1. Pelayanan kebutuhan data, informasi , dan komunikasi tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
  2. Dukungan tindakan cepat terhadap pelanggaran , kemacetan dan kecelakaan serta kejadian lain yang berdampak terhadap lalu lintas dan angkutan jalan.
  3. Analisis , evaluasi terhadap pelanggaran , kemacetan dan kecelakaan lalu lintas
  4. Dukungan penegakan hukum dengan alat elektronik dan secara langsung
  5. Dukungan pelayanan surat izin mengemudi, surat tanda nomor kendaraan Bermotor dan buku pemilik kendaraan Bermotor .
  6. Pemberian informasi hilang temu kendaraan bermotor
  7. Pemberian informasi kualitas baku mutu udara
  8. Dukungan pengendalian lalu lintas dengan pengaturan , penjagaan, pengawalan dan patrol
  9. Dukungan pengendalian pergerakan lalu lintas dan angkutan jalan dan
  10. Pemberian informasi tentang kondisi jalan dan pelayanan public

Sedang NTMC Polri sendiri adalah merupakan bagian atau subsistem dari Sistem Manajemen Teknologi Kepolisian (SIMTEKPOL). Seluruh informasi aktual tentang lalu lintas yang merupakan output dari NTMC dikumpulkan, diolah, dan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan dan dikoordinasikan sebagai bahan kendali penanganan masalah.

Kehadiran NTMC merupakan salah satu wujud Reformasi Birokrasi Polri dalam hal pelayanan kepada masyarakat yang memungkinkan personel Polantas dapat bekerja secara transparan, cepat dan akurat dalam merespons (quick respon) setiap permasalah yang ada di lapangan.

NTMC merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaca mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas.

Untuk mendukung sistem informasi NTMC telah dipasang kamera CCTV di selumlah lokasi di Pulau Jawa, Sumatera dan Bali yang seluruhnya telah terintegrasi oleh NTMC Polri. Kamera pemantau itu antara lain tersebar di berbagai titik rawan macet dan gangguan keamanan dan aktif termonitor selama 24 jam.

Untuk kepentingan kendali operasi, NTMC di Korps Lalu lintas Polri juga dilengkapi dengan teknologi informasi berbasis geografis atau Geographik Information Sistem (GIS) yang mampu menampilkan data secara akurat sesuai kondisi per wilayah.

Selain itu operasional NTMC didukung dengan teknologi, seperti CCTV, CIS, GPS, Internet, Database online, SMS, Faximile, Telepon, HT, Layar monitor dan berbagai program komputer agar dari NTMC kegiatan K3-I dapat diimplementasikan secara optimal, yaitu terjadinya quick respontime (kecepatan pengamanan, pelayanan masyarakat).

Tujuan Utama NTMC POLRI
  1. Quick Respon Time ( secara propesional dalam meningkatkan dan mewujudkan dan memelihara KAMSELTIBCARLANTAS
  2. Pelayanan penegakan hukum
  3. Pusat informasi bagi polri dan komunikasi yang lebih KAMSELTIBCARLANTAS
  4. Pengendali lalu lintas
  5. Analisa dan evaluasi bidang lalu lintas
  6. Membantu meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fasiitas korban kecelakaan.

Kontak NTMC Polri:
  •  Telepon : 021-7948437
  •  SMS : 021-500669
  •  Hotline : 9119
  •  Website : www.lantas.polri.go.id
  •  Twitter : @ntmckorlantaspolri
  •  Facebook : ntmckorlantaspolri